Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Selasa, 25 November 2014

Pembangunan spiritual



Banyak pendidik kristen membangun teori dalam hubungan isi dan metode imstitusi melalui pendidikan kristen yang dibawa - sekolah atau gereja - fokus dalam pengalaman agama dan agama yqng mendalam dalam setiap individu yang melihat pendidikqn kristen. Kontemporer serius dengan agenda yang dapat dilihat dalam agenda dilihat dalam kontroversi melalui banyak gereja lokal dasar kiytab dan pusat kehidupan yang berputar. Kontroversi yang lahir dalam membangun iman dalam pergerakan dalam era permulaan abad 20. Suatu waktu kehidupan individu membela prinsip yang berorientasi pada pengajaran kristen, terlihat dalam pendekatan isi alkitab, dalam bentuk kurikulum pendidikan yang formal. Pernyatan kurikulum klasik yang dilihat dalam "pengalam perorangan yang bertumbuh" yang dimulai. Pengenalan penting dalam injil dan tradisi, teori baru melihat pada pengalaman mahasiswa yang utama. Tentunya pengalaman membutuhkan petunjuk, enriched, dan pelnyebaran dalam proses pendidikan, tetapi pengalaman sebaik kapasitas bertumbuh dalam individu dengan pendidikaj yang dibangun. Pendidik dalam membangun merasa gereja dalam bingkai dan alamat yang tanpa kehidupan yang dapat bertumbuh pengalaman agaman, lebih jauh lagi, petunjuk individual. hasil sirkulasi dalam tingkatan. belum membangun tidak melihat pengatahuan membangun pengajaran eksternal isi, dan dunia dengan tuhan isi primer.
Aplikasi kontemporer, antaranmetode humanistik dan penelitian pembangunan pendidikan kristen dalam mengekspresikan posisi. Glori durka dan joanmarie smith, antara pendidik agama katolik, asumsi dasar dibawah model pendidikan sebagai prinsip yang bertumbuh dan sukses penguasaan dalam ekspansi dalammperbedaaan level. Pernyataan mereka psikologi kerja erikson, kohlberg, dan piagetndan teologi pembangunan manusia seperti fowler memakai bingkai pendidik yang padamdasarnya pendidikan kristen dalam komitmen dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Beberapa pendidik kristen james fowler, donald miller, james dan evelyn whitehead, mary wilcox pendekatan yang mengilustrasiian. Dalam setiap kerja penawawan melihat aplikasi moral atau iman teori pembangunan iman kepada pengajaran kristen. Proses permintaan dalam pembangunan dengan pengalaman perorangan yang dilihat dalam pendidikan kristen. Isi imqn dalam institusi pengajaran kristen an metode penyebaran, enriching, dan refleksi dalam pengalaman yang sangat pentingtetapi sangat krusial pertanyaan bagaimana pengalaman dan pengertian yang berisi pada konten, ritual simbol atau pelJRan? Atau bagaimana ketajaman dalam arti perorangan dan sistem iman. Bahasa ros snyder membuat prominen untuk pendidikan kristen dalam 1960 diilustrasikan disini. Contohnya tantangan iman kisah perseoranhan dan vocation, yang dibangun kedalam tradisi dan objek yakni kehidupan dunia yang menjadi tujuan.
Penganlan persoarangan harus melihat nilai dan gaya hidup. Apresiasi perseorangan arti dan defenisi perserangan dalam penguasan.
Pendekatan perseorangan yang personal melalui orang harus melalui iman dan pengertian yang terintegrasi perspektif perseorangan dalam realitas. lima tahun terakhir pendekatan yang signifikan dari pergerakan formasi rohani. melalui pergerakan.pendidikan kristen melihat metode dapat bertumbuh, secara spiritual dan agama sebagai projek manusia, itu terlihat dalam praktik spiritual secara langsung menjadi metapora primer, transaksi m3ngajar.
Salah satu contoh kontemporer yang jelas dalam pendekatan dalam aksi dalam centerquest, kurikulum dipersiapkan dalam pusat p3ndidikan dalqm st. Louis. Penggambaran penelitian dalam pembangunan agama dan literatur kontemporer sebagai alat stimulasi yang mengekspresikan ekspresi agama dan refleksi kepercayaan dan sumber pembangunan kehidupan keagamaan. isi yang aktual dalam cerita dan tradisi kekristenan dapat dilihat dalam perasaan perseorangan. Pelajaran dilihat seperti diajarkan isi yang spesifik tetapi stimulasi bertumbun spiritual dalam internal perorangan.
Pembangunan spiritual mendekati pendidik kristen dalam pengalaman pelajaran kekristenan. Kadang-kadang neglegted dalam menajamkan program p3ndidikan. pendidik mengikuti integrasi formasi spiritual yang diintegrasi kembali kedalam teori pendidikan dan program. pendidik membutuhkan dalam banyak waktu sumber psikologi yang bersumber pada spiritual ywng bertumbuh. dalam beberapa versi bagaimana pendekatan menjadi narsistik dengan spiritual untuk konsern sosial, dan teologis pendekatan yang diintegrasi dengan pengalaman tradisi gereja.

Minggu, 09 November 2014

CONTEMPORARY APPROACHES CHRISTIAN EDUCATION OLEH JACK SEYMOUR DAN DONALD E MILLER



Abingdon, library of Congress cataloging, in publication data, 1948,

Pendekatan pendidikan Kristen
            Gambaran dalam bab pendahuluan adalah lima langkah pendekatan kontemporer pendidik-pendidik kristen teori dan praktek pendidikan kristen instruksi agama, komunitas iman, pembangunan, pembebasan dan menerjemahkan. Di mana pendekatan tidak eksklusif dengan yang lain dan tidak menggambarkan semua pendidikan kristen dapat didefenisikan. Pendidikan kristen menggambarkan pokok ilustrasi dimengerti sebagai tugas yang sulit pada pendidikan kristen. Banyak pernyataan digambarkan dalam bab satu dan lebih baik mengerti perspektif melalui pendidikan kristen merupakan organisasi yang memberi kontribusi membentuk keadaan yang lebih komprehensif dan teori koheren dan praksis pendidikan kristen. pengharapan banyak mendorong dialog diantara pendidik kristen seperti kondisi yang akan mendatangkan disiplin.
            Sepuluh tahun terakhir harapan baru, dan kehilangan harapan pada awal 1970 dan dibuktikan dengan perhatian kepada pencarian pemilihan akan datang pada teori pendidikan kristen dan praktek. Teladan penuh harapan yang berlimpah dengan penelitiuan terhadap pendidikan tinggi yang ditunjukkan dalam pendidikan agama.
Penekanan pada sebuah pandangan eksklusif penerbitan pada materi pendidikan agama dan dasar pemeriksaan tahun penelitian. Pendidikan agama jurnal laporan penemuan emperis penelitian dalam pendidikan agama. Ditambahkan refleksi disiplin yang signifikan diatas dengan alternatif pendidikan kristen pada tempat masing-masing. Salah satu bentuk pendekatan pada pergumulan dengan pertanyaan pada disiplin pada bagian akademik pendidikan Kristen.
            Otoritas lain yakni konsep alternatif dengan memeriksa hubungan pendidikan kristen ke pendidikan publik, teologi kristen, studi agama dan institusi gereja. Konkritnya, melalui pendekatan yang didorong pada kualitas pembelajaran kristen dan hidup. Di mana penelitian sesekali ditengah harga sekolah tradisional melalui pendidikan gereja, juga pendekatan baru dengan menegaskan berbagai macam pengertian. Bagaimana komunitas iman dalam lingkup pendidikan kristen pembangunan spiritual adalah agenda pendidikan kristen, bagaimana inspirasi pendidikan kristen yang menyelediki keadaan politik dan keadilan sosial dan bagaimana tradisi kristen dapat diartikan dalam budaya masa kini dan konteks sosial.
            Pembangunan secara langsung terlihat dengan pendidikan kristen di tahun 1970. Khususnya dalam artikel Iris Cully seorang Profesor Presbiterian judulnya “”What Killed Religious Education”. Apakah yang digambarkan dengan artikel “melalui” pendidikan agama diilustrasikan melalui seminari dam posisidalam pendidikan. Kelompok ekumene dan menolak dengan menerbitkan pada pendidikan agama. Banyak yang merasa bahwa disiplin sebagai krisis yang serius dan melihat identitas pada wilayah inisiasi pada saat ini buah yang dicari pada yang terlihat. Bukan pada arti sebuah identitas telah dibangun tetapi usaha dalam mengikuti artikel dengan klarifikasi petunjuk yang berlaku dengan menempatkan pada bimbingan untuk penyelidikan.
            dalam pengetahuan manusia dapat dilihat bahwa pemberian setiap orang dalam pengalaman dan realitas kehidupan. Sebuah penelitan manusia yang membentuk model, paradigma dan mitos yang melayani dalam bingkai yang terbatas, organisasi dan melakukan penekanan. Pendeknya ada model yang dibangun dari kisah kehidupan pribadi dan pengertian terhadap realitas kebudayaan, dalam fokus dan bentuk asli, pengalaman dan respon individu.   
            Dan dasar penelitian yang menjadi jelas dalam penjelasan dan analisis bingkai interpretasi dan metafora yang menyatakan realitas struktur. Penelitian empiris, atau fakta kesimpulan penelitian yang terbatas pada konsep yang ada. Salah satu  identitas dalam disiplin akademik yang diselidiki dalam bingkai dan metafora yang praktis. Belajar yang termasuk teologi dan  pendidikan. David Tracy “blessed rage for order dan MacDonald” pendidikan ideologi pembangunan transenden. Dengan dua contoh metode analisis.

Minggu, 19 Oktober 2014

Misi



            Berbicara mengenai misi dalam konteks iman Kristen pada dasarnya bersumber pada pengajaran Alkitab yakni dalam konteks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sebab dengan memahami kedua bagian kitab itu maka konteks mendasar mengenai misi dapat kita pahami yakni yang berpusat pada Amanat Agung (sebagaimana yang diungkapkan dalam Matius 28).
Model – Model Misi Dalam Perjanjian Baru
  1. Refleksi Terhadap PB Sebagai Dokumen Misi
    1. Misi dalam Perjanjian Lama
Dalam PL dapat kita memahami keberadaan dan realitas dari apa yang dipahami mengenai misi. Mungkin tidak tersistematis bagaimana Allah menyatakan kehendakNya kepada manusia untuk bermisi namun tak dapat disangkal bahwa kehadiran para utusan atau yang diutus oleh Allah (misalnya; Yunus dalam perintah untuk memberitakan penghukuman dari Allah dan Deutero Yesaya yang memberitakan mengenai “kabar baik”) dapat dijadikan sebagai motivasi dalam menyatakan misi kepada bangsa-bangsa lain. Bahkan yang penting untuk dipahami bahwa Allah menyatakan kuasa kepada bangsa yang terpilih (Israel) untuk menjadi pengharapan bahwa Israel dapat mewujudkan misi itu kepada bangsa-bangsa lain. Namun kita tahu bahwa Israel pada akhirnya gagal sebab ketidaktaatan mereka pada apa yang menjadi aturan khusus dari Allah.
    1. Misi yang dilakukan oleh Yesus
Misi yang nyata dalam kehadiran pelayanan Yesus pada dasarnya berpusat pada Kerajaan Allah. Dimana dengan pelayanan itu Yesus hendak mengajak manusia agar percaya kepada Bapa yang mengutus Dia sebab dengan hal itulah manusia dapat diselamatkan sebab lewat penderitaan – kematian – kebangkitan Yesus merupakan wujud pengorbanan yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa dikarenakan kemenangan Yesus mengalahkan kuasa kejahatan yang membelenggu kehidupan manusia.
    1. Hukum Taurat
Pemaknaan terhadap Hukum Taurat hanya dapat dipahami dalam pola pelayanan dan pengajaran Yesus, yakni dengan menyatakan bahwa Yesus bukannya menghilangkan makna Hukum Taurat itu namun Dia datang untuk menggenapi semuanya itu agar manusia dapat memahami apa yang hendak dilakukan kepada Allah dan apa yang hendak dilakukan kepada sesama manusia.
  1. Misi Sebagai Pemuridan
Ketika kita diperhadapkan pada realitas misi yang dapat dapat kita pahami maka hendaknya kita melihat tiga kitab penting dalam PB yakni Matius, Lukas – Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus. Memang tidak dapat disangkal bahwa bagian kitab ini masing-masing berbeda mengenai penulisnya, namun mempunyai kesamaan makna sehubungan dengan misi. Pertama bahwa kitab-kitab ini memperkenalkan kepada kita apa pemahaman misi, bagaimana menerapkannya dan apa yang hendak dicapai dari misi itu. Hanya satu yang menjadi penekanan bahwa misi itu berpusat pada perintah Yesus untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid lewat pengajaran dan pengenalan akan kebenaran Firman Allah sehingga dengan demikian manusia dapat merasakan kehadiran misi dalam hidup mereka dan menyadari dalam hidupnya bahwa hal itu hendaknya diteruskan kepada mereka yang belum mengenal dan memahami misi itu, yakni keselamatan yang berpusat dalam kepercayaan yang utuh kepada Yesus Sang Mesias.
Paradigma Historis Misi
            Berbicara mengenai paradigma historis misi dalam perspektif misiologi tidak dapat disangkal bahwa hal ini banyak mengalami pergeseran. Hal pada dasarnya dipengaruhi oleh kedinamisan zaman seiring juga dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Hal-hal ini banyak mengkaji keeksistensian alam semesta, yakni mengenai apa yang berhubungan dengan ciptaan dan yang mencipta. Pemahaman-pemahaman yang muncul dari setiap manusia pada zamannya mengakibatkan banyak argument-argument yang muncul untuk menentang misi itu. Namun, satu hal yang hendak kita pahami bahwa dalam upaya untuk menyatakan dan mewujudkan misi itu hendaknya kita melihat argument-argument itu sebagai sesuatu yang memotivasi kita untuk lebih memperkaya pengetahuan demi kemajuan misi yang membarui paradigma-paradigma yang dapat menghalangi kemajuan misi. Apa yang telah menjadi sejarah dalam paradigma misi hendaknya dilihat sebagai patokan untuk lebih memajukan upaya misi di dunia ini.
Menuju Suatu Misiologi Yang Relevan
            Mengarahkan misi ke dalam konteks yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan dimana misi itu dinyatakan memanglah sangat sulit untuk diterapkan sebab kita diharapkan pada tantangan yang menjadi pergumulan bagi kita. Hal ini tidak dapat dibantah sebab konteks dimana misi itu dinyatakan pada dasarnya akan mendapatkan tantangan yang berbeda-beda.
            Hal di atas janganlah dilihat sebagai sesuatu yang membebani misi yang dijalankan namun hendaknya kita berupaya untuk melihat ke dalam konteks di mana misi itu dijalankan. Yang utama untuk dipahami bahwa misi yang kita jalankan, misalnya; yang nyata dalam konteks Kristen, adalah amanat agung yang hendak disampaikan kepada sesama kita agar misi penyelamatan yang telah dinyatakan oleh Yesus (pembebasan / penyelamatan) dapat diteruskan oleh kita yang memahami dan memaknai arti dari misi itu agar pengharapan dari manusia yakni keselamatan tidaklah dilihat lagi sebagai sesuatu yang sifatnya maya / tidak nyata melainkan sesuatu yang nyata dan akan dinikmati oleh manusia pada saat kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.