Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Minggu, 19 April 2015

Pemikiran Ludwig Wittgenstein tentang Postmodern

Bahasa menggambarkan dunia dan berhubungan dengan pemikiran, pengetahuan, dan bahasa itu sendiri. Bahasa bukan hanya menjelaskan fakta objektif melainkan apa yang abstrak seperti dalam doa, permintaan atau ucapan seremonial. Analisis utama adalah permainan bahasa. Setiap penggunaan bahasa terjadi dalam sistem terpisah memiliki peraturan masing-masing. Setiap permainan memiliki peraturannya sendiri, demikian peraturan operatif dan signifikansi istilah dalam konteks berbeda dalam mengungkapkan maksud penggunaan bahasa. Setiap penggunaan bahasa yang berlaku dalam permainan bahasa yang terpisah. Permainan bahasa yang bermacammenuntut penggunaan bahasa yang berbeda-beda dituntut sesuai dengan kebenaran yang universal. Tidak ada proposisi yang dibatasi oleh satu pengertian tunggal yang bergantung pada konteksnya. Konteks bukan hanya mencakup suasana yang berbeda yang melekat pada konteks. Wittgenatein menolak arti pribadi bahasa mengenai kenyataan yang menjurus pada tunggal bahasa, sebab pada hakekatnya bahasa merupakan suatu gejala sosial, distruktur yang merupakan interaksi sosial. 

Rabu, 25 Maret 2015

Tafsir perjanjian baru



Nama              : Noninta S. Haning
Nim                 : 01-2012-0162
Smtr/kls           : V/E

Tafsir alkitab adalah untuk membuat terang dan amanat Alkitab kepada pembaca, tafsiran yaitu umum bagi Alkitab dan kesusasteraan, teristimewa kesusteraan kuno yang lain dalam penyataan Allah dan dalam hidup umad-Nya. Tafsir Alkitab, karena Alkitab memuat Firman Allah kepada manusia dan jawaban manusia kepada Allah, dan karena Alkitab memuat segala tulisan yang bermanfaat untuk keselamatan, kepercayaan dan hidup.

Bahasa-bahasa yang dipakai PB
Bahasa utama yang dipakai PB  bahasa yunani koine. Dalam perkembangan bahasa yunani dipengaruhi oleh bahasa Yunani Attik, semacam dialek dari atena  dan sekitarnya, pada dasarnya bahasa yunani dapat dibagi dalam bahasa Yunani bercorak sastra dan bercorak bahasa daerah. Jika sebuah kitab memakai bahasa yunani yang bercorak sastra penafsir alkitab perlu memperhatikan latar belakangnya ke susastra yang lebih tua atau yang sezamanya, jika kitab memakai bahasa yunani yang bercorak bahasa daerah, perlu mencari keterangan dari papirus yang mencatat kehidupan sehari-hari.
Bahan Dan Bentuk Buku Zaman Pb
            menafsir alkitab biasanya memperhatikan bahan utama, yaitu papirus dan kulit binatang seperti: kambing domba, kijang. Perkamen yang berkualitas tinggi, nyaitu vellum, dibuat dari kulit anak sapi.

Mengenal salinan-salinan kuno PB
            Salinan kuno Pb jauh lebih bannyak dari pada salinan kuno PL, edi-si moderen PB Bahasa yu-nani mencantumkan data mengenai perbedaan salinan di bagian cetakan kaki (aparatus).
Salinan dan terjemahan kuno PB yang penting.
a.      Salinan unsial yang penting
b.      Salinan Minuskul yang penting
c.       Terjemahan kuno
Pembagian salinan pb zaman kuno
            Masing-masing tipe salinan berkembang sehingga tidak dapat dibedakan dengan jelas walaupun secara keseluruhan masi memiliki ciri yang sama. Salinan tipe koine atau Byzantine, dan salinan tipe pra-Koine atau pra-Biza
Salinan tipe pra-Koine atau pra-Byzantin
a.      Salinan tipe Barat
b.      Salinan tipe kaisaria
c.       Salinan tipe Alexandria
Penyebab terjadinya perbedaan pada salinan kuno Pb
a.      Perubahan yang tidak sengaja.
b.      Perubahan yang sengaja.
Metode analisis salinan kuno pb
            Jika penafsir menemukan kata yang berbeda dalam salinan yang tidak sama, selidiki jenis huruf, jenis bahan, golongan, tipe, kualitas serta kuantitas masing-masing salinan.
ANALISIS ISI ALKITAB ATAU INTRODUKSI
Pembacaan yang efektif, baca alkitab dengan penuh konsentrasi. Seorang penafsir jangan baca alkitab tanpa sasaran yang jelas, setelah membaca Alkitab beberapa kali, seharusnya sudah m,enemukan jalan pikiran Alkitab, buat garis besar atau diagram yang menunjukkan jalan pikmiran atau ide yang terdapat dalam Alkitab, serta menguasai seluruh isi Alkitab.
Persiapan, bannyak penafsir Alkitab akan menuangkan hasil pennyelidikannya kedalam khotbah, jadi penafsir perlu memastikan unit yang dijadikan dasar khotbah yang merupakan unit yang utuh. Karena dalam sebuah kalimat utuh baru seorang penafsir menemukan makna, kata dan tata bahasaa.
Penulis kitab, Tanggal dan Tempat penulis kitab, Pembaca kitab
Analisis kesusasteraan mencakup lingkupan yang lebih luas, yang mennyelidiki sejarah, penulis, sumber ragam sastra, konteks kitab. Setiap kitab yang ada dalam Alkitab merupakan karya yang unik dan ditulis oleh penulis yang ditulis oleh Roh Kudus. Kitab ini ditulis dengan tujuan yang jelas yaqng dapat dimengerti oleh pembaca pertama. Kitab ini ditulis dengan berbagai teknik sastra dan retorik yang sangat komunikatif untuk pembaca pertamanya. Pada umumnya penafsir dapat mengenal tujuan sebuah kitab yang ingin ditafsir. Tujuan sebagian kitab lebih mudah ditemukan, begitu juga dengan posisi, fungsi atau peranan bagian kitab yang ingin ditafsir. Tetapi tidak semua tujuan Alkitab ditemukan, atau disepakati diantara penafsir. Salah satunya adalah kitab yakobus, bertujuan untuk menyampaikan berita untuk mendamaikan yang kaya dan yang miskin.

Senin, 09 Maret 2015

hermeneutika



Alkitab sebagai suatu karya sastra adalah sebagai suatu bentuk komunikasi yang disusun berdasarkan unsur hakiki:  pengirim dan pengarang, pesan atau teks, dan penerima atau pembaca. Secara historis  sepanjang komunikasi tercatat dalam teks, Alkitab tetap tinggal didalam jemaatnya yang aslinya.
v  Pesan
            Tampaknya sepanjang abad-abad pertama kekristenan, perhatian utama dari kebanyakan interpretasi  adalah pesan. Maka tugas interpretasi adalah menerjemahkan pesan itu kedalam dunia baru atau dunia makna. Pada abad pertengahan dikembangkan empat cara interprestasi. Keempat cara ini dapat bertahan dalam perjalanan waktu dan tetap mempunyai pengaruh pada cara banyak orang masa kini memahami Alkitab. Cara-cara itu adalah cara sastrawi, alegoris, moral, dan eskatologis.
            Makna harafiah teks biasanya dikaitkan makna yang dimiliki oleh kata-kata sendiri. Kesukaran dari makna harafiah menjadi jelas jika kita ingat, misalnya, betapa makna kata-kata berubah.  Interpretasi eks Alkitab yang sangat harafiah atau fundamentalistik kerap kali tidak dapat memperhitungnyan perubahan dan perkembangan bahasa yang tidak dapat disankal.  Fundamentalis alkitabiah rupanya enggan mengakui bahwa dunia makna, dunia pandangan dari teks Alkitabiah tidaklah sama dengan masa kini. Tambahan pula, Alkitab adalah produk dari budaya yang sama sekali lain dan dari waktu yang berbeda, maka kebutuhan akan interpretasi sangatlah besar. Makna harafiah dari Alkitab tidak selalu mudah seperti disangka banyak orang.
            Makna alegoris dan teks, yang sangat populer terutama pada abad-abad pertama kekristenan maupun dalam abad pertengahan, menyebabkan Alkitab memperoleh interpretasi yang tak terkira banyaknya.
PENGANTAR
            Pandang pengarang. Misalnya, kisah Maria dari Betania yang mendengarkan Yesus sementara Marta mempersiapkan makanan secara alegoris ditafsirkan bahwa kehidupan kontemplatif yang di lambangkan oleh maria adalah panggilan lebih luhur dari pada kehidupan aktif yang di lambangkan oleh Marta. Dalam makna moral, teks pertama-tama di pahami dengan tujuan hidup spiritual dari setiap umat beriman. Pembebasan politik dari israel kuno  dipahami sebagai gambaran dari kebebasan pribadi yang dihasilkan oleh keselamatan bagi jiwa masing-masing umat beriman.
v  Pengirim
            Salah satu hasil dari reformasi adalah usaha keras untuk menghindari kecenderunan dogmatis atau teologis dalam interpretasi Alkitab. Untuk mencari makna teks Alkitab dengan melaksanakan penyelidikan cermat dan analisis dari latar belakang historisnya. Alkitab, sementara tetap diakui sebagai yang di inspirasikan, menjadi di hargai sebagai ungkapan manusiawi dari iman umat. Studi Alkitab menjadi suatu usaha yang canggih.
v  Penerima
            Orang sekarang lebih memperhatikan penerima, pendengar,atau pembaca. Ini berarti bahwa penafsir dan tindakan interpretasi masa kini menjadi objek analisis.  Metode historis kritis mengandaikan bahwa suatu pemahaman objektif dari makna asli adalah mungkin. Orang mulai menghargai hidupnya sendiri sebagai tahap dimana pewahyuan yang digambarkan dalam teks Alkitabiah.
HERMENEUTIK MASA KINI
Cara lain untuk mendekati masalah interpretasi adalah membedakan antara apa yang di maksudkan Alkitab sekarang dan apa yang dimaksudkan Alkitab dulu. Para ahli masa sekarang menunjukan maksud pengarang (apa yang dimaksudkan Alkitab)sebagai makna literer. Analisis kritis meliputi sejumlah besar metodologi yang berbeda tetapi saling berhubungan. Alkitab adalah juga tradisi yang diinspirasikan dari komunitas yang diinspirasikan dari komunitas yang terus menerus percaya.  Jika demikian, maka konteks historis dan budaya yang berbeda akan menafsirkan kembali tradisi Alkitabiah ini dengan bermacam-macam cara. Akibatnya aka nada sejumlah makna yang sah. Tantangan bagi hermeneutic masa kini adalah mencari metode yang memperhatikan kedua cara pendekatan ini. Suatu ungkapan khusus makna dari teks akan berfungsi sebagai sabda Tuhan, membentuk suau umat baru menjdi jemaat yang percaya.
PENDEKATAN KRITIS HISTORIS
            Istilah “metode kritis histori”atau “krirtik historis” digunakan demikian bebas dan salah sehingga maknanya menjadi kabur dan kegunaan dari pendekatan tersebut di pertanyakan. Tujuannya adalah bersifat historis dan untuk mencapai tujuan itu bekerja secara kritis dan sistematis.
·         Kritik teks
Kritik teks berfungsi ganda: merekonstruksi kejadian dari teks Alkitabiah dan melacak penyampaian dari teks selama berabad-abad.
·         Kritik sastra
Kritik sastra dipahami paling sedikit beberapa cara: 1) dalam arti klasik adalah pendekatan kritis kepada studi sastra. Struktur, bentuk, dan bahasa dianalisis. 2) dengan tumbuhnya kesadaran historis pada abad XIX, permasalahan historis yang dikemukakan adalah mengenai perbedaan sastra,dan disiplin yang disebut “kritik sumber”.3)akhir-akhir ini para ahli mempertanyakan hal yang berkaitan dengan sastra, antara isi,bentuk, dan bahasa.
·         Kritik bentuk
Fungsi kritik bentuk adalah melakukan penyelidikan dari balik sumber yang ditemukan oleh kritik sastra, untuk menemukan situasi.
Jalan Lama danbaruuntukberkenankepada Allah Galatia 3:4-31

Iman yang kita kenal, bukan pelaksanaan hukum taurat.Bagian besar surat Galatia selanjutnya dimulai dengan permintaan Paulus kepada orang-orang yang telah bertobat dari rasa kekuatiran untuk merenungkan pengalaman mereka akan roh.
Sekarang bagaimana dengan bagian ketiga khotbah dibukit mengenai kebenaran para murid yang meliputi tiga bidang? Bahan yang pertama mengenai matahati dan bagian kedua tentang mulut-telinga dan bagian terakhir perihal tangan kaki.
Mungkin pembaca saat sekarang ini akan mengalami kesulitan mengikiuti jalan pikiran dua bab ini dan mungkin juga dibingungkan oleh banyaknya referensi alkitabiah yang di ambil dari kitab Yahudi. Gaya ini dikenal sebagai untaian mutiara dan merupakan suatu gejala umum dalam homily Yahudi zaman Paulus.
Dengan meneruskan refleksinya mengenai Abraham. Paulus mengemukakan bahwa Allah telah membuat janji-Nya kepada Abraham dan keturunannya sekitar 430 tahun yang lampau, sebelum Ia memberi hokum kepada Musa. Janji yang mendahulai hokum telah terpenuhi dalamYesus, keturunan Abraham.
Para pembaca di zaman sekarang mungkin mendapat kesan bahwa ayat-ayat ini membingungkan, hanya diambil begitu saja dan kurang meyakinkan.


Kelas G Semester VI
STAKN Kupang
Ayu Andrini Ratu Rodi
Febry Yuliana Ito
Jems Basten Tanehe
Linda Wasti Oematan
Martha Boik
Ninong Setiawan Umbu Dassa
Risal Otovianus Olla
Rivan Efendy Doky
Sartera Yermiondi Saetban
Savira Londong
Semuel Bako
Sepriance Erna Tefu
Sofriana Yohana Missa
Yaret Asrial Beeh
Yuliana Utan