Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Kamis, 10 Mei 2012

perkembangan remaja



Remaja sebagai masa peralihan dapat diamati melalui ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Timbul perubahan jasmani, perubahan fisik berbeda dengan keadaan sebelumnya.[1]
2.    Pemikiran inteleknya lebih kepada diriny sendiri, refleksi diri.
3.    Perubahan hubungan antara anak dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya.
4.    Timbul perubahan dalam perilaku, pengamalan dan kebutuhan seksual.
5.    Perubahan harapan dan tuntutan orang terhadap remaja.
6.    Perubahan dalam waktu yang singkat menimbulkan masalah dan penyesuaian dan usaha melakukannya.
Remaja mudah diombang-ambingkan oleh lingkungan yang disebabkan oleh beberapa hal :
1.     Kekecewaan dan penderitaan
2.    Meningkatnya konflik, pertentangan-pertentangan dan krisis
3.    Impian dan khayalan
4.    Pacaran dan percintaan
5.    Keterasingan dari kehidupan orang dewasa dan norma budaya.
Beberapa tugas perkembangan bagi remaja :
1.     Menerima keadaan fisiknya
2.    Menerima kebebasan emosional
3.    Mampu bergaul
4.    Menemukan model untuk identifikasi
5.    Menerima dan mengetahui kemampuan diri sendiri
6.    Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
7.    Meninggalkan rekasi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan
Beberapa ciri khas remaja disekitar perkembangannya yakni :
1.     Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan akibat perkembangan fisik.
2.    Ketidakseimbangan secara keseluruhan terutama keadaan emosi yang labil.
3.    Perombakan pandangan dan petunjuk hidup yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, meninggalkan perasaan kosong di dalam diri seorang remaja.
4.    Sikap menantang dan menentang orang tua maupun orang dewasa lain merupakan ciri yang mewujudnyatakan keinginan remaja untuk merenggangkan ikatannya dengan orang tua dan menunjukkan ketidaktergantungan kepada orang tua atau orang dewasa lain.
5.    Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal sebab pertentangan-pertentangan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.
6.    Kegelisahan keadaan tidak tenang menguasa diri remaja.
7.    Eksperimentasi atau keinginan besar yang mendorong remaja mencoba dan melakukan segala kegiatan dan perbuatan orang dewasa bisa ditampung melalui ilmun pengetahuan.
8.    eksplorasi, keinginan untuk menjelajahi lingkungan alam sekitar disalurkan melalui penjelajahan alam, pendakian gunung dna terwujud melalui petualangan lain.
9.    Banyaknya fantasi, khayalan, bualan merupakan ciri khas remaja.
10.  Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Beberapa hal penting dari remaja yang perlu diperhatikan yakni :
1.     Kelenjar keringat
2.    Perubahan pada buah dada (wanita)
3.    Pertumbuhan penis dan buah zakar (pada pria)
4.    Perkembangan terlalu cepat
5.    Perkembangan terlalu lambat
Beberapa hal yang penting dilakukan oleh orang tua pada anak yakni:
a.    Orang tua harus bersifat terbuka dalam membicarakan masalah seksual pada anaknya tentu dengan mengingat taraf perkembangan anak yang sesuai dengan pengertian yang mungkin diberikan.
b.    Usaha mengalihkan kegiatan anak dari non produktif ke hal-hal yang produktif.
c.    Pengawasan yang sewajarnya perlu dilakukan oleh pendidik.
d.    Konsultasi dengan para aahli secara berkala mungkin bisa lebih membantu menghadapi masalah yang timbul.
e.    Membina hubungan baik antara anak dan orang tua sehingga menghilangkan kecagungan untuk membicarakan berbagai masalah yang timbul.
Untuk mengatasi konflik dalam diri remaja yang harus dilakukan adalah :
1.     Mengubah tingkah lakunya
2.    Mengubah sikap
3.    Penolakan
4.    Distorsi informasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah
a.    Jenis kelamin
b.    Harapan-harapan
c.    Suku bangsa
d.    Nama dan pakaian
Batasan aspirasi mereka dan berusaha mengarahkan sesuai dengan batas-batas potensi yang dimiliki masyarakat yakni:
1.     Perkembangan aspirasi
a.    Tingkat aspirasi berkembang dari latihan di rumah.
b.    Aspirasi dipengaruhi apa yang bernilai bagi luar atau apa yang diharapkan orang luar.
c.    Aspirasi berkembang dari rasa persaingan. Banyak aspirasi pada keinginan untuk melebihi orang lain.
d.    Aspirasi berkembang dari tradisi kebudayaan.
e.    Perkembangan aspirasi melalui pengaruh media massa.
f.     Aspirasi berkembang dari pengalaman masa lalu
g.    Aspirasi berkembang melalui minat dan nilai-nilai. Minat remaja mempengaruhi dalam dua cara yakni bidang apa aspirasi dikembangkan dan tingkat aspirasi.
Syndrome achievement adalah proses yang rumit untuk mencapai hasil. Hal itu dibagi dalam tiga hal. Aspirasi, motivasi, nilai keberhasilan.
Keberhasilan mempengaruhi beberapa hal yakni:
1.     Tingkat aspirasi, remaja dapat mengulangi keberhasilan yang telah melampaui dan sebaliknya akan tetap
2.    Menjadi gemar akan kegiatan.
3.    Keberhasilan memperkuat motivasinya untuk meningkatkan kepandaian
4.    Keinginan untuk memperlihatkan keberhasilan yang diperoleh.
5.    Menimbulkan kepuasan yang didukung empat faktor yakni: nilai bagi dirinya terhadap kegiatan itu, reputasi yang berhubungan dengan itu, bagaimana sikap orang-orang yang berarti baginya terhadap keberhasilan itu.
6.    Gambaran diri.
7.    Mempengaruhi perkembangan keberhasilan yang lebih kompleks.


Sebab sebab kegagalan:
1.     Terbatasnya kemampuan mental atau fisik
2.    Kekurangan pengenalan terhadap potensi sendiri
3.    Kekurangan kesempatan untuk berlatih
4.    Rendahnya motivasi
5.    Tingkat aspirasi yang tinggi tetapi tidak realistis


[1] Singgih D. Gunarsa dan Yulia Singgih D. Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011), 204

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar