Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Minggu, 15 Juli 2012

BAPTISAN


PENGERTIAN

Baptisan berasal dari kata kerja yunani  ”Baptizo” yang berarti membasahi, mencelupkan, (selam) kedalam air. Penggunaan kata baptisan dalam upacara keagamaan yahudi selalu mempunyai kaitan yang menunjuk kepada makna melindungi, menyelamatkan, mencurahkan, mencuci dan membersihkan. Menurut Abineno baptisan Kristen berdasarkan atas baptisan Kristus dengan tujuan untuk melindungi dan menyelamatkan. Dalam rangka memahami hakekat baptisan itu dengan baik, hendaknya kita tidak hanya meninjau dari sudut “titah baptisan” itu sendiri tetapi harus juga memperhatikan bahwa baptisan yang dilakukan yohanes yang didasarkan pada baptisan Kristus itu bukan hanya permandian, penyucian saja tetapi yang lebih mendalam daripada baptisan itu adalah suatu penghukuman yaitu “dibaptis artinya mati”. Menunjuk kepada baptisan Yesus disungai yordan itu sesungguhnya adalah kesiapan menjalani penghukuman mati disalibkan bagi dosa manusia Mat  3:15, bnd Kol 2:11, sehingga pada akhirnya baptisan Kristus bertujuan untuk mendatangkan anugerah pengampunan dari Allah (Mat 12:18).
Menurut kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa baptisan adalah tanda untuk melakukan persekutuan.
  • Pandangan Alkitab
Menurut Roma 6:3-8, baptisan berarti kita menerima janji yang menjadi tanda bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus didalam kehidupan, kematian dan kebangkitanNya. Tanda atau cap perjanjian yang kita terima  dalam baptisan itu bukan berarti berawal dari baptisan disungai yordan tetapi itu merupakan rangkaian sejarah penyelamatan Allah terhadap umatNya yang pertama-tama ditetapkan dalam PL melalui sunat secara khusus kepada Abraham dan keturunanNya, Kej 17:19, Kej 7:8. dalam PL dan baptisan dalam PB merupakan suatu rangkaian yang sangat erat dan tak terpisahkan dimana mempunyai tujuan yang sama yaitu janji tentang keselamatan didalam Kristus.
Baptisan kudus sendiri merupakan perintah Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga (Mat 28:19). Selain itu juga dapat dilihat dari Markus 16:16, “siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum.
Baptisan adalah tanda bahwa kita telah diterima masuk kedalam persekutuan gereja, supaya setelah kita ditanam didalam Kristus, kita terhisap dalam anak-anak Allah. Yesus sendiri mengapa mau dibaptis? Itu mau mengatakan bahwa Yesus solider dengan manusia berdosa dan bersedia menanggung hukuman manusia, supaya ada pengampunan dosa  bagi mereka semuanya.
  • Pandangan Teolog
§ Martin Luther
Pengertian Luther berangkat dari kitab Roma 1:7 “Orang benar hidup oleh iman”. Bagi Luther Firman dan sakramen tidak dapat dipisahkan dengan kata lain tidaklah mulia daripada Firman itu sendiri.
Luther mengatakan “Tidak usah meragukan apakah baptisan itu berasal dari perintah Allah, Matius 28:19 “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka kedalam nama Bapa, nama Anak, dan Roh Kudus”. Perintah itu mengatakan bahwa baptisan bukan hasil rekayasa manusia melainkan diwahyukan Allah sendiri yang sama nilainya dengan sepuluh Firman, pengakuan iman rasuli dan doa Bapa kami.
Luther mengatakan “walaupun baptisan itu hal lahiriah yang pasti firman Allah dan perintah mungkin sia-sia tetapi justru mulia dan berharga.
§ Yohanes Calvin
Yohanes Calvin berpemahaman bahwa iman punya peranan untuk mengerti daripada janji Tuhan. Menurutnya baptisan adalah tanda dari janji Tuhan dan oleh tanda itu bahwa kita telah diterima dalam persekutuan gereja, supaya setelah kita ditanamkan didalam Kristus, kita terhisap dalam anak-anak Allah.
Dengan demikian tujuan pokok dari baptisan ialah : menerima janji Allah bahwa barangsiapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16:16). Maka berarti hanya melalui baptisan orang percaya dipersatukan dengan tubuh Kristus (Gal 3:27), jadi melalui baptisan itu kita telah disatukan dengan Kristus dengan demikian kita telah mengalami segala sesuatu yang telah dialami Kristus.
  • Pandangan Pendeta Kharismatik tentang Baptisan
Metode yang digunakan dalam baptisan adalah selam, mengapa harus demikian?
-          Alasan pertama Pendeta dengan segera membuka kamus bahasa Indonesia dan mencabut arti kata “selam” yang artinya “celup” atau dicelupkan. Dari pengertian tersebut mereka menarik kesimpulan bahwa ketika orang dibaptis sesuai dengan akar katanya “selam” maka orang harus dimasukkan kedalam air dan tak sedikitpun bagian tubuhnya yang kelihatan dipermukaan air.
-          Alasan kedua, mereka melihat arti langsung dari bahasa Yunani yakni “bapto” atau “baptiso” yang artinya : menyelamkan, mencelupkan.
-          Alasan ketiga “Tuhan Yesus sendiri dibaptis dengan cara ini”
Kemudian untuk lebih meyakinkan ada ayat Alkitab yang pendeta cabut misalnya :  Mrk 1:10, Kis 8:38 dan lain-lain.
-          Membaptis harus dengan air karena menurut mereka air bukan symbol tetapi disitulah letak arti baptisan itu sendiri (Yoh 3:5).
Usia penerima baptisan
Dalam prakteknya anak-anak tidak boleh atau belum diperkenankan untuk menerima baptisan, mengapa?
-          Menurut mereka baptisan tidak boleh diwakili atau dengan kata lain seseorang harus memberi diri masing-masing untuk dibaptis (Kis 2:38).
-          Sida-sida Etiopia sendiri mendapat baptisan ketika sudah dewasa (Kis 8:38).
-          Rasul Paulus sendiri dibaptis pada waktu ia dewasa (Kis 9:18-19).
-          Anak-anak hanya diserahkan bukan sakramen (I Sam 1:28).
Fungsi baptisan
-          Menurut mereka fungsi baptisan adalah untuk pengampunan dosa (Kis 2:38).
-          Siapa yang dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16:16).
ANALISIS PRIBADI
Ada banyak pandangan ataupun tanggapan dari berbagai pihak disekitar baptisan. Ada yang menerapkan metode baptisan dengan menafsir ayat-ayat alkitab secara harafiah atau memraktekkan sesuai dengan arti katanya.
Dilain pihak ada gereja-gereja yang berpemahaman bahwa air yang digunakan untuk membaptis bukan symbol melainkan itulah baptisan itu sendiri. Bahkan juga ada pemahaman bahwa orang tidak dapat selamat tanpa dibaptis, anak-anak belum bisa menerima baptisan karena mereka belum dapat mengetahui dosa-dosa dan lain-lain.
Saya sendiri berpemahaman bahwa metode atau secara khusus air yang digunakan hanyalah symbol bukan berarti itu bisa disepelekan. Namun  hal yang perlu diperhatikan adalah mengharamkan metode-metode yang digunakan gereja lain merupakan hal yang keliru.
Hal yang menarik disekitar wawancara dengan pendeta gereja kharismatik, mengapa mereka memberlakukan baptisan ulang. Ternyata mereka cenderung menjunjung tinggi metode yang digunakan untuk membaptis. Mereka sedikit kaku memberlakukan tata cara baptisan, maklum menafsir secara harafiah. Tetapi ya begitulah mereka.
Dengan memperhatikan pendapat para ahli, pengertian kamus, pemahaman pendeta kharismatik bahkan apa kata alkitab. Saya secara pribadi hanya ingin mengatakan bahwa :
  1. Hakekat baptisan tidak terletak pada metode (air), selam yang digunakan.
  2. Air hanyalah symbol jadi bukan itu yang utama.
  3. Yang ditandakan yang lebih utama yakni Kristus Yesus.
  4. Iman adalah alat untuk mengukur makna dari baptisan.
  5. Tidak perlu memperlakukan baptisan ulang bagi orang yang telah dibaptis dalam nama Allah bapa, Putera, dan Roh Kudus.
  6. Baptisan bukan alat penyelamatan.
  7. Biarlah masing-masing orang memraktekkan dan memaknai baptisan sesuai dengan pemahaman iman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar