Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Selasa, 16 Oktober 2012

Umat Israel dan Gereja


Pemahaman Israel baru merupakan pemahaman gereja sebagai penerus sejarah penyelamatan Allah kepada Israel. Dalam PB, kita mendapat kesan bahwa orang Yahudi kehilangan status sebagai umat Allah. Menolak Anak Allah dan gagal menghasilkan buah kerajaan Allah. Gereja sebagai Israel baru dengan pemahaman sebagai: dalam PB gereja digambarkan dengan istilah Ekklesia. PB mengutip teks PL yang  digenapi dalam Kristus sebagai realitas bangsa Israel. Galatia 6:16; semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Ayat tersebut merujuk kepada Israel baru (gereja). ungkapan ini menunjukkan Yahudi yang diperbarui. Hal ini menyangkut tentang masa depan serta Israel sebagai milik Allah. Roma 9:6-8; tidak semua orang Israel adalah umat Allah dan hal itu diambil alih oleh gereja. Israel tetap umat Allah walaupun umat tidka setia.
Dalam konteks PL Allah mengeraskan hati umat Israel sebagai hukuman atas ketidak taatan mereka. Paulus menggunakan ilustrasi roti persembahan dan pohon serta cabang-cabangnya. Orang Kristen mendapat bagian dalam anugerah yang ditolak oleh orang Israel. Gereja adalah kelanjutan dari umat Allah dalam PB. Karena Israel menolak Tuhan sehingga Paulus tidak segan melayani bangsa lain. Keselamatan sebagai bangsa Israel nyata walaupun terpisah dengan orang Kristen. Pembantaian misalnya orang Yahudi terjadi pada abad ke-20 sebagai sentiment terhadap orang Yahudi. Pembantaian yang terjadi pada abad modern menjadi tanda Tanya, mengapa terjadi pembunuhan ditengah kemajuan teknologi. Allah hadir tersembunyi dalam penderitaan manusia. Kemesiasan Yesus dipertahankan lewat kebangkitanNya dari antara orang mati (Rm. 1:4). Umat Israel masih mengambil bagian dalam sejarah keselamatan. Umat Allah mengoreksi posisi hermeneutis dalam pembacaan kitab PL. PL adalah kitab suci orang Yahudi, jauh sebelum PB. Orang Yahudi memiliki firman Tuhan yang berbicara kepada mereka dalam kenyataan dan sejarah perjanjian lama. PL harus dipahami dalam orientasi kerjasama yang baik antara Kristen dan Yahudi. Talmud dan Midras adalah penghubung dengan penggenapannya dalam perjanjian baru. 
Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama,  Yongki Karman, 105-, Jakarta: BPK Gunung Mulia

Tidak ada komentar: