Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Selasa, 06 November 2012

Bagaimana Orang Berubah



            Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terbatas dan berdosa. Karena keterbatasannya, maka otomatis manusia bisa mengalami perubahan dalam hidupnya. Namun, dunia memandang perubahan selalu dari sisi eksternal, yaitu perubahan sikap, lingkungan. Perubahan seperti apa yang diajarkan Alkitab? Pola alkitabiah bagi perubahan dengan cara yang jelas dan praktis yang dapat diaplikasikan pada tantangan-tantangan di dalam kehidupan sehari-hari. Injil sebenarnya yang harus menjadi dasar dan awal pengubah hidup anak-anak Tuhan.
            Perspektif Injil ini mengarahkan anak-anak Tuhan untuk menyusuri berbagai harapan palsu yang menggantikan Injil, misalnya: sosialisme, legalisme, dan pengalaman. Perspektif Injil ini juga yang mengarahkan anak-anak Tuhan untuk peka melihat di mana Allah menempatkan mereka di tempat yang seharusnya dan sekaligus bersekutu (“menikah”) dengan Kristus untuk meneladani dan hidup erat dengan-Nya. Seluruh hal inilah yang membawa kita makin peka melihat inti problematika yang sedang kita hadapi (analogi: Panas Terik), respons kita (analogi: Semak Belukar), melihat sikap Kristus (analogi: Salib), dan akibat dari sikap kita yang meneladani sikap Kristus (analogi: Buah). Iman adalah gaya hidup yang kepadanya kita dipanggil.
Hal yang Baru
              Seorang Kristen adalah seorang yang hidupnya sudah dikuasai dengan kasih Allah yang kudus. Allah tidak memiliki keprihatinan mengenai perilaku seseorang tetapi Alkitab memberi banyak gambaran tentang kehidupan manusia mengenai relasi. Hasrat-hasrat yang menguasai manusia dan menghasilkan reaksi yang tidak kudus. Kehidupan kristen jauh lebih besar dari menaati aturan-aturan sebab hidup orang percaya adalah relasi manusia dengan Kristus. Kita mempercayai bahwa buah yang baik tidak dapat tumbuh dalam panas terik yang kesulitan. Pola penyembahan palsu adalah fisik lebih penting, yang sementara, relasi dengan manusia dan keinginan sendiri. Dengan kata lain, kita diarahkan melihat hati dan Injil sebagai inti dari hidup Kristen yang berubah. Makin hidup kita menyerupai Injil, hidup kita akan berubah dan diubah oleh Roh Kudus. Dunia telah memberikan banyak teori alternatif sehingga menjauhkan kita dari anugerah-Nya. Konsep ini diaplikasikan dalam memimpin kita untuk terus-menerus melihat Injil Kristus sebagai pusat hidup kita.Perubahan tidak terjadi secara otomatis, termasuk bagi orang Kristen. Ini merupakan perjalanan seumur hidup Alkitabiah membawa kita kepada salib dan gaya hidup iman dan pertobatan.
   Pembuatan makna yang kita kerjakan secara tidak sadar tetapi terus-menerus. Bentuk pertumbuhan yang diinginkan adalah berlimpah dalam kasih dan pengertian yang benar. Murni dan tak bercacat serta penuh dengan buah kebenaran. Allah tidak akan berhenti hingga setiap bagian dari pekerjaan-Nya selesai di setiap anak-Nya. Segala sesuatu yang Allah kerjakan yang Allah panggil kita untuk lakukan hanya masuk akal dari sudut pandangh kekekalan. Kehidupan kristen adalah peperangan. Kita tidak dapat hidup dengan mentalitas waktu damai, mengejar istirahat, pengunduran diri, dan relaksasi rohani. Pesan utama Alkitab adalah Allah tidak menutup-nutupi penderitaan tetapi mengambil tindakan yang mahal. Tiga implikasi dari kenyataan bahwa perubahan merupakan komunitas. Menciptakan iklim anugerah di dalam relasi dalam setiap orang. Seorang kristen memang tidak seharusnya mengecilkan karunia pribadi pada masa lalu dan pergumulan masa kini.
            Begitu banyak orang Kristen yang hanya memikirkan akan iman dan pertobatan sebagai cara untuk memasuki kehidupan Kristen. Satu aspek dari pembenaran kita yang gagal dilihat oleh banyak orang Kristen adalah kita diampuni oleh Kristus yang telah membayar dosa-dosa kita. Kita dapat berubah tanpa anugerah Allah atau kita butuh sesuatu sebagai tambahan dari Kristus. Gereja kehilangan kemampuannya untuk menolong orang bertambah sukacita. Setiap gereja memiliki tiga aspek yakni penyembahan, melibatkan penginjilan, belas kasihan dan pelayanan.

Tidak ada komentar: