Laman

Pelayanan Anak dan Pemuda

Selamat Datang, Syalom semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Jumat, 04 Januari 2013

Khotbah Ekspositori


A.    KHOTBAH EKSPOSITORI
Menurut Harold T. Bryson, khotbah ekspositori adalah didefenisikan dalam tiga bagian yakni : etimologi, morfologi, dan substansi dimana dapat diartikan sebagai berikut :
Etimologi adalah cabang ilmu bahasa yang berkaitan dengan asal usul kata. Berdasarkan kata etimologi ini, maka dalam khotbah ekspositori yang menjadi penjelasan adalah mospologi yankni menentukan panjang pendeknya teks, dimana teks dalam khotbah itu diambil dari satu perikop dan teks Alkitab tersebut diambil secara berurutan bahkan bisa kita lihat dari tafsiran yang berjalan. Sedangkan substansi adalah pokok atau hakekat dimana substansi yang tergantung dalam khotbah ekspositori adalah bahwa beberapa khotbah harus bersumber dari amanat teks sebagaimana tang dimaksudkan oleh penulisnya. Menurut Jhon A. Bradus, khotbah yang terutama diisi atau didominasi dengan eksposisi Alkitab adalah teks yang diambil bisa berupa perikop.
Dari pengertian khotbakh ekspositori tersebut, maka kita akan melihat dimana kelebihan dan kekurangan khotbah ekspositori ini. Dari segi kelebihannya maka kita akan membahas dari dua manfaatnya yakni bermanfaat bagi pengkhotbah sendiri dan bagi pendengar. Manfaat bagi pengkhotbah adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab dan integritas seorang pengkhotbah sebagai pemberita firman, memupuk rasa percaya diri yang benar dalam diri seorang pengkhotbah serta memberikan dukungan wibawa kepada pengkhotbah dalam mengaplikasaikan khotbah, serta menumbuhkan pengetahuan dan pemahaman Alkitab yang lebih menyeluruh dalam diri seorang pengkhotbah, bahkan menyediakan bahan khotbah yang tidak pernah habis dan mengangkat stress pengkhotbah dalam memilih topic teks. Sedangkan manfaat bagi pendengar adalah memberikan/ memberitakan firman Tuhan kepada Jemaat sebagai makanan rohani, menumbuhkan pemahaman Alkitab yang lebih baik dalam diri jemaat, serta mengajak jemaat mencintai dan mengagumi firman Tuhan, bahkan menciptakan pola pikir Alkitabiah dan mendapat makanan rohani yang seimbang.
Kelebihan-kelebihan dari khotbah ekspositori tersebut sangat menguntungkan kita, baik selaku pengkhotbah maupun kita selaku pendengar, tetapi  dari kelebihan tersebut maka terdapat juga kekurangannya, yakni seorang pengkhotbah dalam mempersiapkan khotbahnya, pengkhotbah sangat membutuhlkan waktu yang lama karena semua khotbah harus siap secara tertulis dengan lengkap sehingga dalam khotbah itu kurang aplikatif kepada pendengar bahkan peranan pengkhotbah sangat monoton dimana tidak memberikan pendengar kesempatan untuk memberikan renspons sehingga muncul dalam diri pendengar dalam keadaan membosankan.

B.     CATATAN KRITIS
Dalam mengikuti perkuliahan homiletika 1 selama kurang lebih empat bulan dalam semester 7, saya selaku pribadi mendapatkan beberapa pengetahuan baru khususnya dalam ilmu berkhotbah. Dari pengetahuan itu, sehingga saya sendiri mengoreksi pengalaman saya khususnya dalam berkhotbah terrnyata selama ini saya sangat banyak melakukan kesalahan dan saya mengetawai diri saya sendiri. Jadi saya sangat berterimakasih kepada Beliau yang telah mengajarkan ilmu ini kepada kami, dan kami berharap apa yang kami dapatkan boleh kami paparkan untuk kehidupan kedepan hanya untuk memuliakan Allah sendiri.
Tetapi kami merasakan ada kekurangan dan kelemahan sedikit khususnya proses perkuliahan ini. Dimana kami selaku mahasiswa bersamaan menawar mata kuliah homiletika 1 dan 2 dan kami agak kesulitan membedakan yang mana materinya. Saya sering beranggapan bahwa metode perkuliahan homiletika 1 dan 2 justru terbalik, oleh karena kuliah homiletika 1 kebanyakan praktek berkhotbah sedangkan homiletika 2 justru belajar teori saja. Da kami selaku mahasiswa agak kewalahan mengikuti dua mata kuliah ini karena terdapat pengampu mata kuliah yang berbeda. Sehingga materi seakan-akan tidak terorganisasi dengan baik. Jadi kami selaku mahasiswa sangat mengharapkan kalau bisa pengampu dua mata kuliah ini hanya satu pengampu atau dosen agar materi bisa diikuti dengan baik dan teratur.

C.     KHOTBAH  PENGHIBURAN

PEMBACAAN : MAZMUR  68:1-7


Amanat teks : Pemazmur mengajarkan kepada anak yatim bahwa Bapa yang kekal adalah Allah.
Amanat khotbah : Allah menjadi Bapa bagi anak Yatim didalam Yesus Kristus

Sidang Perkabungan yang dikekasih oleh Tuhan, ditinggalkan oleh orang tua yang kita kasihi adalah perkara yang sangat menyedihkan. Mengapa? Sebab ketika kita mengenang jasa orang tua yang telah melahirkan dan memelihara kita, rasanya kita tidak akan pernah mampu untuk membalas kasih sayangnya walaupun dengan apapun. Masih terbayang dalam ingatan kita, bagaimana anak disayangi (disuapi, dilatih berbicara, dibimbing berbicara, dibimbing berjalan, diantar kesekolah dan lain-lain). Semua itu adalah wujud kasih sayang yang paling dalam.
Sebagai anak, saudara yatim, kita tentu masih membutuh belaian kasih sayang orang tua orang tua yaitu ayah dan ibu. Namun apa daya semua itu, hanya tinggal menjadi kenangan yang tidak akan terulang lagi. Sebab andaikata kita bisa tawar menawar dengan maut/kematian, sidang perkabungan akan mengatakan “jangan ambil dulu ayah kami sebab kami membutuhkan kehadirannya, kami rindu akan kasihnya”. Namun maut atau kematian berbicara tanpa bisa dibantah sebagai takdir manusia.
Dalam situasi kehilangan orang tua, Allah hadir untuk menyatakan penghiburanNya berupa kesediaan menjadi orang tua, yaitu menjadi Bapa bagi anak yatim. Pemazmur meyakini itu lewat perenungan imannya, bahwa Allah kita adalah Allah yang baik, yang peduli dengan umatNya dan yang memberi perhatian pada anak yatim dan kepada siapapun yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.
Keadaan sebagai anak yatim, memang berada pada sebuah kekosongan yaitu kosongnya posisi orang tua yaitu bapak, karena itu saudara perkabungan secara khusus kepada anak yatim, meskipun ayah tercinta telah tiada, percayalah bahwa kita tidak sendiri menjalani kehidupan ini, ada Allah sebagai Bapa kita memanggil Allah, “Ya Abba ya Bapa” (Mark 14:36), dalam Tuhan Yesus sebagai Bapa kita. Dalam peran sevagai Bapa, Ia bersedia sebagai tempat kita untuk mengadu dan menyampaikan segala persoalan kehidupan yang sedang kita, keluar hadapi. Allah adalah Bapa kita baik dalam suka maupun dalam duka. Dan kita umat percaya adalah anak-anakNya, sebagimana diungkapkan dalam Roma 18:15b “tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah”.
Sebagai Bapa tentu Ia bersedia sebagai tempat kita menyampaikan pergumulan hidup kita lewat doa dan penyerahan diri. Sampaikanlah segala keluhan dan permohonan kita, kepada Tuhan dengan tidak henti-hentinya (Luk 18:1b). ia mau peduli dengan kita sebagai anak yatim, saudara-saudara yang berkabung, sebagimana janjiNya didalam firman yang kita baca tadi, Ia menjadi Bap bagi anak yatim dan sidang yang berkabung.
Sidang perkabungan yang dikasihi Tuhan, karena kita adalah anak Tuhan tidak lepas dari kesedihan, keluarga basah oleh air mata duka atas kepergian orang tua yang kita kasihi, percayalah bahwa kita masih memiliki Tuhan sebagai Bapa yang sangat penuh perhatian, Ia hadir dal Yesus Kristus sebagai bapa yang kekal (yang tidak pernah berakhir). Bapa kita yang sekarang di bumi ini suatu saat, entah kapan pasti akan pergi meninggalkan kita sebagaimana yang dialami oleh almarhum pada saat ini. Namun Bapa kita di sorga Bapa didalam Yesus Kristus telah menjadi Bapa yang kekal.
Mari kita bersama anak cucu dan keluarga untuk memohon penghiburan diri padaNya. Bersama Bapa kita di sorga, keluarga akan dilindungi dan dikuatkan. Lanjutkanlah perjalanan hidup kita, hari esok masih menanti kita  berjalanlah bersama Bapa sorgawi, Ia hadir didalam Yesus Kristus dan oleh Kuasa Roh Kudus untuk menghibur keluarga dan kita sekalian.
Amin






Tidak ada komentar: